kue yang satu ini merupakan sejenis kue yang bahan dasarnya ialah pisang ditambah bahan dasar lainnya, seperti gula, tepung terigu dan juga telor ayam. Jenis pisang yang dipakai untuk membuat bolu pisng adalah pisang ambon ataupun orang menyebutnya dengan pisang raja.
Bahan Bahan :
- · # 150 gr tepung terigu
- · # 250 gr pisang ambon kemudian dihaluskanlah
- · # 125 gr gula pasir
- · # 50 gr mentega cair
- · # 30 ml minyak goreng
- · # 1/2 sendok makanlah soda kue
- · # 50 ml susu cair
- · # 4 butir telur
- · # 75 gr keju, diparut
Cara Membuat Kue Bolu Pisang
- Langkah yang pertama, Campurkanlah pisang dengan gula pasir lalu kocokkan dengan menggunakan mixer hingga sampai menjadi merata dan juga halus
- Kalau sudah, masukanlah telor satu demi satu seraya dikocok dengan mixer, lalu minyak hingga merata dan juga mengembang
- Masukanlah soda kue, mentega cair dan juga tepung terigu, lalu kocokkan kembali dengan mixer hingga seluruhnya tercampur rata
- Siapkanlah loyang yang telah diolesi mentega, lalu tuangkanlah adonan dan juga ratakanlah
- Masukanlah kedalam oven, tunggu hingga setengah matang keluarkanlah, dan juga taburi atasnya dengan parutan keju. Kalau telah masukanlah kembali dalam oven dan juga tunggu hingga benar-benar matang.
Pesawat TransAsia Airways jatuh ke sebuah sungai di Taipei, Taiwan hari ini. Sebelum tercebur ke sungai, pesawat turboprop ATR-72-600 tersebut sempat menyenggol jalan raya.Seorang saksi mata mengatakan seperti dilansir media Taiwan, CNA, Rabu (4/2/2015), pesawat terbang miring nyaris 90 derajat dan terbang semakin rendah, sebelum mengenai jalan raya dan jatuh ke sungai.Saat kejadian, sebuah taksi yang tengah melintas di jalan raya tampak berupaya mengelak agar tidak terkena badan pesawat. Media Xinhua mempublikasi foto-foto menjelang jatuhnya pesawat ke sungai.Saat ini para petugas penyelamat tengah berupaya mengeluarkan para penumpang yang masih terjebak di dalam pesawat. Saat kejadian, pesawat kecil tersebut mengangkut 58 orang.Tayangan televisi lokal memperlihatkan para petugas penyelamat tengah berdiri di atas patahan besar bagian badan pesawat, untuk mencoba mengeluarkan para penumpang dengan menggunakan tali. Mereka yang selamat termasuk dua anak-anak, kemudian ditaruh di perahu-perahu dan dibawa ke tepi sungai untuk diangkut ke rumah sakit. Sejumlah orang juga harus ditandu sebelum dibawa ke rumah sakit.Insiden ini terjadi sebelum pukul 11.00 waktu setempat, atau beberapa menit setelah pesawat lepas landas dari bandara Songshan, Taipei saat dalam perjalanan menuju Pulau Kinmen.
Cara mengemudi memang menjadi sebuah kebiasaan seseorang. Untuk pengemudi yang sudah sering turun ke jalan, keterampilan berkendara sudah pasti terasah.Berkendara dengan hati-hati di jalanan umum juga sudah pasti sering dilakukan pengemudi yang sudah mahir menyetir. Dengan begitu, keselamatan di jalan akan semakin diperhatikan pengemudi tersebut.Keselamatan merupakan bagian utama dalam berkendara. Dengan menjunjung keselamatan, pengemudi bisa melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lain.Namun, bagaimana dengan pengemudi pemula? Laman Car News China telah melansir tips agar pengemudi pemula bisa tetap aman di jalan raya.
Penggantian oli mobil sangat dianjurkan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, oli harus diganti setelah mobil sudah menempuh jarak 5.000 km. Namun untuk beberapa jenisnya, oli yang lebih encer seperti oli full synthetic bisa saja diganti tiap 10.000 km. Sebab, oli itu menawarkan keawetan."Kalau umpama full syntethic 10.000 km. Tapi kalau yang biasa punya yang SAE 10W/40 itu setiap 5.000 km," kata Kepala Cabang Bengkel United Oil Station Mampang Prapatan David kepada detikOto saat ditemui di kantornya.Mekanik di bengkel United Oil Station, Yustinus pun mengiyakan hal tersebut. Dianjurkan oleh Yustinus, rata-rata penggantian oli secara rutin setiap 5.000 km."Itu itungannya per 5.000 km kalau oli yang standar ya. Cuman kan kita ada full synthetic, biasanya per 10.000 km. Rata-rata per 5.000 km kecuali yang full syntethic. Semua oli yang saya tahu kalau full synthetic itu per 10.000 km," ujar Yustinus.Meski begitu, mobil yang jarang dipakai pun harus diganti dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, setelah terakhir ganti oli dan dalam jangka waktu delapan bulan ke depan mobil tidak pernah dipakai lagi, oli itu harus diganti."Karena kan mungkin lama-lama kadarnya kan kurang ya. Jadi umpamanya enggak dipakai nih baru ganti terus enggak dipakai sekitar 7 bulan atau 8 bulan tapi kilometer baru jalan 3.000 masih ada 7.000 lagi ya itu ada kendala. Kalau udah dipakai pasti dia kan berubah kan," kata David.Sebab, kata David, oli yang sudah mengalami pembakaran beberapa lama, kondisi oli tersebut pasti akan berkurang. Hal itu berlaku pula jika mobil baru menempuh jarak sejauh 3.000 km dan tidak digunakan lagi selama lebih dari 7."Kalau jangka waktu misalnya baru diganti nih selama 1.000 km, terus didiemin selama 7-8 bulan ya itu mesti ganti tetap. Kalau misalnya baru ganti oli nih terus enggak dipakai-pakai misalnya kamu ke luar kota nih selama kurang lebih satu tahun itu harus diganti. Soalnya kan namanya udah kena pembakaran itu kan kita enggak tahu. Terus kamu ga pakai-pakai lagi," lanjut David.
Tingkat Society of Automotive Engineers (SAE) yang kerap dijumpai pada oli kendaraan bermotor sering dikaitkan dengan tingkat kekentalan oli tersebut. Semakin besar angka SAE maka semakin kental oli tersebut.Disarankan, oli dengan tingkat SAE yang rendah maupun tinggi pun digunakan pada mobil yang berbeda pula. Untuk mobil berusia 15 tahun ke atas, dianjurkan untuk menggunakan oli yang lebih kental."Kalau mobilnya tahun 2000 punya, ya pakainya oli yang 20W-50, lebih kental. Karena kan mesin-mesin namanya kita udah jalan 15 tahun istilahnya kan agak kendur, jadi butuh yang agak kentalan dikit," saran Kepala Cabang Bengkel United Oil Station Mampang Prapatan David kepada detikOto.Menurut David, jika mobil keluaran lama ingin menggunakan oli yang lebih encer, mesin mobil agak sedikit kasar. Sebab, mesin yang memiliki kerenggangan antarbagian ini akan mengalami gesekan yang lebih besar ketika menggunakan oli yang encer."Ya kalau pakai ini (oli yang lebih encer) ya enggak masalah sih. Mungkin agak sedikit kasar mesin ya karena kan encer. logikanya gitu aja sih ya, karena mesin yang agak kendur pakai oli yang encer tarikannya jadi kasar," lanjut David.Namun, mobil-mobil keluaran baru membutuhkan oli yang encer agar performa mesinnya lebih enteng. Untuk itu, oli dengan SAE 10W-40 ke bawah disarankan agar digunakan pada mobil-mobil terbaru."Lebih encer lebih bagus (untuk mobil baru). Jadi mesin enggak berat tarikannya," ujar David.
Agar tarikan mesin lebih enteng, oli full synthetic pun disarankan untuk digunakan pada mobil baru. Sebab, oli full synthetic dianggap mampu menyerap dengan sempurna."Kalau mobil baru umumnya pakai yang full synthetic 5W-30. Itu tarikannya lebih entengan namanya kan lebih encer ya. Mobil yang semakin ke sini lebih bagus pakai oli synthetic. Kalau mesin baru kan istilahnya masih pada kuat lah komponen mesinnya jadi pakai yang enceran biar tarikannya enteng. Yang terbaik full synthetic sih sebenarnya, untuk segala jenis mobil baru," ujar David."Kalau full synthetic dia leibih enteng ya, soalnya kan dia lebih encer. Dia juga lebih menyerap olinya," timpal Mekanik di bengkel United Oil Station, Yustinus.
Kadang kala memilih oli kendaraan, pengguna kendaraan suka cocok-cocokan. Tetapi faktor utama yang penting dalam pemilihan oli adalah mencari oli yang tidak menimbulkan kerak. Oli yang tidak membuat kerak bisa membuat mobil lebih awet.Untuk itu, pemilik mobil dianjurkan agar memilih oli yang tidak meninggalkan kerak pada mesin.Menurut Mekanik di bengkel United Oil Station Yustinus, semua merek oli memang mengklaim bahwa produknya tidak menghasilkan kerak. Meski begitu, ada beberapa jenis dan merek oli yang menimbulkan kerak."Semua hampir sama sih. Tapi bedanya ya itu, ada oli merek jenis apa yang bisa ninggalin kerak. Keraknya seperti lumpur. Yang bagus speknya ya tidak ninggalin kerak di dalam mesin," kata Yustinus kepada detikOto.Selain itu, kata Yustinus, oli yang tidak menimbulkan gesekan berlebih pun menjadi oli yang bagus untuk sebuah kendaraan. Dengan begitu, mesin akan tetap awet."Terus yang ngindarin gesekannya lebih bagus. Kan jadi mesin pun lebih awet ya, enggak cepat rusak," tambahnya.Namun, seperti apa oli yang cocok untuk mobil, pemiliknya tentu harus mencobanya terlebih dahulu. Bisa saja, ketika dianjurkan oleh seorang mekanik untuk meggunakan salah satu merek oli, pemilik mobil tidak merasakan kecocokan menggunakan oli tersebut."Biasanya kalau oli itu memang dia harus coba dulu di mobilnya. Kalau memang dia mobilnya enggak cocok, bisa juga enggak cocok. Jadi orang nyoba dulu rasanya kayak gimana pakai oli itu," kata Yustinus.Namun untuk mobil-mobil keluaran terbaru, dianjurkan untuk menggunakan oli dengan tingkat keenceran (SAE) 10W-40 ke bawah. Sebab, oli dengan tingkat SAE tersebut lebih encer dan menghasilkan putaran mesin yang lebih halus."Yang mobil sekarang lebih bagus yang 10W-40 sekarang banyak yang pakai. Toyota aja ngeluarinnnya 10W-40 untuk mobil kayak Terios, Avanza. Kita pakainya 10/40 atau 10/40 ke bawah misalnya 5/30, 5/40. Ada juga sekarang yang 10/30," saran Yustinus.
Mengganti oli mobil di bengkel memang masih menjadi alternatif yang lebih praktis. Namun, sering kali antrean servis dan ganti oli di bengkel sangat panjang, sehingga mengharuskan pemilik mobil menunggu lama.Untuk itu, banyak pemilik mobil yang hanya membeli oli di bengkel dan menggantinya sendiri di rumah. Hal itu pun perlu perhatian khusus agar tidak salah dan tidak menimbulkan masalah fatal.Mekanik di bengkel United Oil Station Yustinus pun memberikan sedikit tips untuk mengganti oli mobil sendiri di rumah. Hal pertama yang harus dilakukan adalah buang oli bekas dengan membuka karter oli dari bagian bawah.Tapi, hal itu tidak cukup hanya dengan membuka penutup karter oli di bawah. Pemilik mobil juga disarankan untuk membuka penutup lubang yang biasanya untuk menuangkan oli di balik kap mobil."Kita tinggal buka aja di bawah ya di karter oli, terus kita buka tutup olinya itu yang buat pengisiannya biar udaranya keluar semua. Nanti oli itu turun ke bawah semua," kata Yustinus kepada detikOto, Sabtu (24/1/2015).Tapi, jangan sembarangan membuka penutup oli tersebut. Penutup itu dianjurkan agar tidak dibuka secara keseluruhan."Jadi yang atas jangan dibuka semuanya, kalau bisa asal dikendurin aja jadi udara panasnya keluar semua, kotorannya turun semua ke bawah. Jangan dibuka semua. Kalau dibuka semua ya kita takut kejatuhan benda apa gitu," lanjut Yustinus.
Sebab, kalau penutup itu dibuka secara keseluruah dan benda lain akan masuk ke dalam bak oli, mesin mobil akan mengalami masalah besar. Bahkan bisa berakibat turun mesin."Nanti kalau tahu-tahu ada baut jatuh ke situ kan malah masalah, cuma ganti oli kok malah jadi turun mesin nih. Jadi asal kendur aja biar nguap aja," saran Yustinus.Pembuangan oli bekas itu tidak memakan banyak waktu. Menurut Yustinus, sekitar 5 sampai 6 menit oli bekas sudah terbuang semua."Pembuangannya kita tunggu sampai oli itu enggak menetes aja. Sekitar 5-6 menit lah udah enggak netes," katanya.Setelah oli bekas selesai dibuang, tutup kembali karter bawahnya. Selanjutnya, isi oli baru sesuai kapasitas penampung oli pada mobil.Berapa liter oli yang harus diisi sudah pasti dianjurkan oleh setiap pabrikan. Misalnya, kata Yustinus, Toyota Avanza cukup diisi oli sebanyak 3 liter dan Kijang Innova cukup 5 liter.